Saham

Energi Mega Persada (ENRG) Investasi US$200 Juta di HighPeak Energy AS

Ringkasan Cepat

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menanamkan investasi US$200 juta atau sekitar Rp3,6 triliun di HighPeak Energy, Inc. (NASDAQ: HPK) melalui pembelian saham preferen konversi perusahaan migas asal Texas tersebut. Investasi ini memperkuat ekspansi internasional ENRG yang kini mengoperasikan 13 wilayah kerja migas di Indonesia dan Mozambik dengan total cadangan dan sumber daya 427 MMBOE. Langkah ini menambah eksposur perseroan ke industri hulu migas AS, khususnya Midland Basin di West Texas.

• 3 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Fasilitas produksi minyak dan gas sebagai ilustrasi investasi PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) di HighPeak Energy

Fasilitas produksi minyak dan gas sebagai ilustrasi investasi PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) di HighPeak Energy (Foto:ENRG)

Emitenhub.com -
PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menanamkan investasi US$200 juta atau sekitar Rp3,6 triliun di HighPeak Energy, Inc. (NASDAQ: HPK), lewat pembelian saham preferen konversi yang baru diterbitkan perusahaan migas asal Texas itu. Langkah ini memperkuat ekspansi internasional ENRG, sekaligus menautkannya ke aset hulu migas yang sama dengan yang pekan ini dimasuki Danantara.

Direktur Utama ENRG Syailendra S. Bakrie menjelaskan saham preferen itu dapat dikonversi menjadi saham biasa HighPeak sesuai mekanisme yang disepakati.

"Berdasarkan ketentuan yang telah disepakati, saham preferen tersebut dapat dikonversi menjadi saham biasa HighPeak sesuai dengan mekanisme dan ketentuan konversi yang berlaku," katanya dalam keterbukaan informasi kepada BEI, dikutip Rabu (7/10/2026).

HighPeak berkantor pusat di Fort Worth, Texas, dengan fokus pengembangan dan eksplorasi hidrokarbon di Midland Basin, West Texas. Sepanjang enam bulan hingga 30 Juni 2026, perusahaan membukukan rata-rata volume penjualan sekitar 45.456 barel setara minyak per hari (BOEPD).

Menurut Syailendra, investasi ini bagian dari strategi ENRG menumbuhkan bisnis lewat kombinasi ekspansi organik dan anorganik. Perseroan tetap menggenjot produksi aset yang sudah beroperasi sambil berburu peluang pertumbuhan anorganik di dalam dan luar negeri secara disiplin.

"Kami meyakini bahwa investasi di HighPeak merupakan salah satu langkah penting dalam strategi tersebut dan berpotensi memberikan nilai jangka panjang yang signifikan bagi para pemegang saham Perseroan, didukung oleh pengalaman manajemen dan kapabilitas operasional HighPeak," ujarnya.

Investasi ini juga dibidik membuka sinergi lewat transfer pengetahuan teknis, terutama paparan terhadap praktik operasional, teknologi, dan kapabilitas industri hulu migas Amerika Utara. Syailendra menegaskan pendanaannya ditanggung ENRG secara independen, demi menjaga disiplin alokasi modal.

Dalam transaksi ini, Citigroup Global Markets Singapore Pte. Ltd. bertindak sebagai penasihat keuangan, sementara Milbank LLP menjadi penasihat hukum ENRG.

Perkuat portofolio migas

ENRG merupakan perusahaan hulu migas yang berdiri pada 2001 dan berkantor pusat di Jakarta. Tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 2004, perseroan kini mengoperasikan 13 wilayah kerja migas di Sumatra, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Mozambik. Dari jumlah itu, sembilan aset sudah berproduksi, dua dalam tahap pengembangan, dan dua lainnya masih eksplorasi.

Per Juni 2026, ENRG mengantongi total basis cadangan dan sumber daya 427 MMBOE, terdiri dari 223 MMBOE cadangan 2P dan 204 MMBOE sumber daya 2C. Sumber daya 2C itu terutama berasal dari gas yang belum berkontrak jual serta temuan minyak yang belum dikembangkan, yang membuka ruang monetisasi dan peningkatan produksi ke depan.

Investasi di HighPeak memperlebar eksposur ENRG ke industri hulu migas AS, khususnya Midland Basin, salah satu pusat produksi hidrokarbon penting di Texas. Dengan begitu, perseroan tidak lagi semata bertumpu pada aset domestik, melainkan juga menambah portofolio lewat aset migas internasional.

Iklan