Saham

Induk Frisian Flag Bakal Kuasai Ultrajaya (ULTJ), Ini Skema Transaksinya

Ringkasan Cepat

FrieslandCampina International Holding B.V. (FCIH) akan menjadi pengendali baru PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) lewat skema berlapis, yakni rights issue 7,87 miliar saham pada harga Rp2.150 yang haknya dialihkan ke FCIH dan afiliasinya melalui inbreng saham PT Frisian Flag Indonesia senilai Rp14,57 triliun. Melalui transaksi material ini, FCIH bersama entitasnya akan menguasai 37% saham ULTJ, sementara pemegang saham publik berpotensi terdilusi hingga 43,11%

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Ilustrasi FrieslandCampina menjadi pengendali baru Ultrajaya melalui skema rights issue dan inbreng saham Frisian Flag Indonesia

Ilustrasi FrieslandCampina menjadi pengendali baru Ultrajaya melalui skema rights issue dan inbreng saham Frisian Flag Indonesia (Foto:ULTJ

Emitenhub.com - FrieslandCampina International Holding B.V. (FCIH) akan menjadi pemegang saham pengendali PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ). Aksi korporasi ini sekaligus memperkuat pertautan bisnis antara Frisian Flag dan Ultrajaya di industri susu, baik susu UHT maupun susu bubuk.

"Setelah dilakukannya rencana transaksi, akan terjadi perubahan pengendalian atas perseroan di mana FCIH menjadi pengendali baru atas perseroan," kata Direktur Utama ULTJ Sabana Prawirawidjaja dalam keterbukaan informasi, Jumat (18/9/2026).

Masuknya induk Frisian Flag ke Ultrajaya ditempuh melalui skema berlapis. Mula-mula, ULTJ menerbitkan 7,87 miliar saham baru lewat rights issue dengan harga pelaksanaan Rp2.150 per saham.

Pemegang saham pengendali yang secara efektif menguasai 86% saham ULTJ memilih tidak menggunakan haknya dalam rights issue tersebut. Kelompok ini mencakup PT Prawirawidjaja Prakarsa (PP) serta lima individu, yakni Sabana, Samudera, Suhendra, Nila S., dan Lili Melati.

Hak yang tidak digunakan itu kemudian dialihkan kepada FCIH, Blue Waves Group (BWG), dan PT Bahtera Wiraniaga Internusa (BWI). Alih-alih ditebus tunai, hak tersebut disetor dalam bentuk inbreng saham PT Frisian Flag Indonesia (FFI), yang nantinya menjadi anak usaha ULTJ.

Besaran setoran inilah yang membuat transaksi tergolong material. Nilainya mencapai Rp14,57 triliun atau setara 178% dari total ekuitas ULTJ, mencerminkan ekuitas FFI yang lebih besar dibandingkan ULTJ.

Rangkaian transaksi ini akan mengubah peta kepemilikan. Jika berjalan sesuai rencana, FCIH bersama entitasnya bakal menguasai 37% saham ULTJ, sementara pemegang saham publik berpotensi terdilusi hingga 43,11% apabila tidak menebus haknya.

Untuk memuluskan aksi tersebut, perseroan menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 27 Oktober 2026. Selain mengesahkan masuknya Frisian Flag, agenda rapat juga mencakup perubahan susunan direksi dan komisaris perseroan serta pembagian dividen tunai.

Iklan