Vale Indonesia

Ilustrasi kuota produksi Vale Indonesia yang menjadi sorotan dalam RKAB 2026 di tengah pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
Saham

1 bulan yang lalu

Vale (INCO) Satu-satunya yang RKAB-nya "Dipangkas", Bahlil: Sesuai Amal Perbuatan

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menjadi satu-satunya entitas anggota MIND ID yang kuota produksinya menjadi sorotan dalam RKAB 2026, meski ia menegaskan bukan memangkas melainkan Vale meminta tambahan kuota setelah kuota awal diberikan. Bahlil menyebut tambahan kuota akan diberikan sesuai "amal perbuatan", sementara kuota Vale untuk tambang Bahodopi tercatat 2,31 juta ton dan Pomalaa 5,8 juta ton, jauh di bawah rencana produksi perseroan.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca
INCO eksplorasi Blok Pomalaa USD1,44 juta core drilling geolistrik ERT Q1 2026
Saham

6 bulan yang lalu

INCO Gelontorkan USD1,44 Juta Eksplorasi Blok Pomalaa! Core Drilling HQ-3 & Geolistrik Lanjut di Q1 2026

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mengeluarkan dana eksplorasi USD1,44 juta selama Januari hingga Maret 2026 di Blok Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara. Kegiatan mencakup core drilling HQ-3 dengan jarak 100 dan 50 meter serta survei geolistrik ERT untuk tingkatkan level sumber daya dan cadangan. Perseroan akan melanjutkan pengeboran di Blok 1 Tetenggala dan Blok 1 Lalombundi guna mendapatkan profil laterit yang lengkap.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca →
Pendorong saham INCO melalui monetisasi bijih nikel dan prospek pertumbuhan laba Vale Indonesia
Saham

9 bulan yang lalu

Pendorong Baru INCO: Monetisasi Bijih Nikel Buka Ruang Lonjakan Laba dan Rerating Saham

PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) memasuki fase pertumbuhan baru melalui monetisasi bijih nikel yang berpotensi mengubah struktur pendapatan perseroan. Dukungan harga nikel dan pengetatan pasokan domestik membuka peluang peningkatan laba dan rerating saham, meski risiko regulasi tetap perlu dicermati.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca →

Artikel Vale Indonesia