EXCL

Ilustrasi XLSmart menaikkan belanja modal untuk monetisasi jaringan pascamerger dengan lonjakan laba ternormalisasi
Saham

5 hari yang lalu

EXCL Gaspol Capex Jadi Rp20 Triliun, Laba Ternormalisasi Meroket 4 Kali Lipat

PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) merevisi naik belanja modal 2026 dari Rp15 triliun menjadi Rp20 triliun untuk memacu monetisasi jaringan dan sinergi pascamerger dengan Smartfren, termasuk akuisisi spektrum dan ekspansi 5G. Meski masih mencatat rugi bersih konsolidasian Rp994 miliar pada semester I/2026, laba bersih ternormalisasi perseroan melonjak empat kali lipat menjadi Rp2,7 triliun, mendorong analis menempatkan EXCL sebagai pilihan utama sektor telekomunikasi.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca
Ilustrasi XLSmart menaikkan belanja modal untuk monetisasi jaringan pascamerger dengan lonjakan laba ternormalisasi
Saham

1 minggu yang lalu

Fitch Kunci Peringkat AA+ untuk XLSmart (EXCL), Tapi Ada Sinyal Waspada Usai Merger Smartfren

Fitch Ratings Indonesia menetapkan peringkat nasional jangka panjang AA+(idn) dengan outlook stabil bagi PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) beserta seluruh obligasi dan sukuk ijarahnya. Meski demikian, Fitch menyoroti terbatasnya ruang peringkat akibat kenaikan net leverage pasca-merger dengan Smartfren, yang menembus 2,7x pada 2025, dan menegaskan arah peringkat ke depan bergantung pada disiplin penurunan leverage serta belanja modal.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca →
Ilustrasi lonjakan laba ternormalisasi XLSmart empat kali lipat dan keunggulan jaringan 5G terbesar di industri pada semester I/2026
Saham

1 minggu yang lalu

Laba Ternormalisasi XLSmart (EXCL) Meroket 4 Kali Lipat, Jaringan 5G Terbesar Bikin Analis Kepincut

PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) mencatatkan laba bersih ternormalisasi yang melonjak empat kali lipat menjadi Rp2,7 triliun pada semester I/2026, ditopang pendapatan Rp24 triliun yang tumbuh 26% YoY. Dengan jaringan 5G terbesar di industri mencapai 14.900 site, analis Mirae Asset dan BRI Danareksa kompak merekomendasikan beli meski berbeda sikap soal target harga akibat lonjakan capex ke Rp20 triliun.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca →

Artikel EXCL