Saham

Port Fraser Lego 7 Miliar Saham BNBR Rp721 Miliar, Emiten Bakrie Ini Malah Sandang Notasi G

Ringkasan Cepat

Port Fraser International melepas 7 miliar saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) pada 21 Agustus 2026, transaksi yang secara kalkulatif bernilai sekitar Rp721 miliar dan memangkas kepemilikannya menjadi 10,58%. Pelepasan ini terjadi saat BNBR menjadi emiten pertama di BEI yang menyandang Notasi Khusus G akibat sanksi OJK kategori sedang, meski rincian pelanggarannya belum diungkap secara resmi.

3 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Ilustrasi Port Fraser melepas 7 miliar saham Bakrie & Brothers yang bersamaan menyandang Notasi Khusus G di BEI

Ilustrasi Port Fraser melepas 7 miliar saham Bakrie & Brothers yang bersamaan menyandang Notasi Khusus G di BEI (Foto:BNBR)

Emitenhub.com - Port Fraser International mengurangi timbunan saham Bakrie & Brothers (BNBR). Perusahaan berbasis di Kepulauan Marshall itu melepas 7 miliar eksemplar saham emiten Bakrie Group tersebut, dengan transaksi yang dieksekusi pada 21 Agustus 2026.

Transaksi tersebut difasilitasi oleh Ciptadana Sekuritas Asia. Sayangnya, aksi divestasi itu tidak dilengkapi data terperinci. Tujuan, nilai, serta latar belakang penjualan tidak diungkap dengan rinci.

Namun, jika menilik penutupan perdagangan saham BNBR pada Jumat, 21 Agustus 2026, di level Rp103, maka transaksi Port Fraser diperkirakan bernilai sekitar Rp721 miliar. Angka tersebut bersifat kalkulatif dan spekulatif, sehingga tidak bijak dijadikan sandaran, apalagi pijakan untuk keputusan investasi.

Terlepas dari kalkulasi spekulatif itu, seusai transaksi, timbunan saham BNBR dalam keranjang investasi Port Fraser tersisa 27,85 miliar eksemplar atau setara 10,58%. Porsi itu menciut sekitar 2,66% dari posisi sebelum transaksi sebesar 34,85 miliar helai atau 13,24%.

BNBR Menyandang Notasi Khusus G

Saat ini, BNBR menjadi emiten pertama di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menyandang Notasi Khusus G. Berdasarkan data BEI per 7 Agustus 2026, dari 191 emiten yang mendapat penandaan khusus, hanya BNBR yang menggunakan kode G. Notasi G diberikan karena BNBR dikenai sanksi administratif dan/atau perintah tertulis dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sanksi itu muncul karena BNBR melanggar peraturan bidang pasar modal dengan kategori pelanggaran sedang atau skala menengah. Aturan baru tersebut tertuang dalam surat edaran BEI pada 31 Juli 2026 tentang penambahan tampilan informasi notasi khusus. Notasi mulai ditampilkan setelah surat sanksi ditetapkan OJK dan berlaku selama satu bulan.

Tanggapan OJK

Merespons hal itu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi memberikan penjelasan. "Tapi intinya notasi khusus ini memang sudah kita terapkan sejak awal. Dan semua notasi itu tidak berarti adanya pelanggaran tertentu ya. Sebagian notasi justru untuk memberikan tambahan informasi bagi investor," ujar Hasan saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Hasan menekankan tujuan utama notasi disandingkan dengan kode ticker adalah agar investor lebih waspada. "Dan disandingkan dengan kode ticker-nya saham untuk dimaksudkan supaya investor ingin melakukan aktivitas transaksi tertentu terhadap saham yang bersangkutan, sepanjang memiliki notasi khusus itu sebaiknya tetap melihat dulu apa yang ada dibalik notasi dimaksud. Itu kan ada ringan, sedang, sama berat," jelasnya.

Arti Notasi F, G, dan V dari OJK

BEI kini menerapkan tiga notasi baru untuk menandai sanksi dari OJK:

  • F: dikenai sanksi administratif atau perintah tertulis OJK kategori ringan.

  • G: dikenai sanksi administratif atau perintah tertulis OJK kategori sedang.

  • V: dikenai sanksi administratif atau perintah tertulis OJK kategori berat.

Meski demikian, hingga kini belum ada informasi resmi mengenai jenis pelanggaran spesifik yang membuat BNBR disanksi OJK. Terkait hal itu, Hasan mengaku belum menerima laporan terperinci dari timnya. "Permasalahannya apa? Saya itu belum terinfo yang BNBR ya? Saya coba tanyain ke teman-teman bursa, ya. Sorry banget," katanya.

Sebagai catatan, pemberian notasi khusus bukan merupakan hukuman menurut Hasan. OJK dan BEI menyebut penandaan ini semata-mata untuk menerangkan status perusahaan tercatat berdasarkan kondisi aktualnya.

Pelepasan 7 miliar saham oleh Port Fraser pun berlangsung saat BNBR tengah menjadi sorotan sebagai emiten pertama yang menyandang Notasi Khusus G di BEI. Kombinasi berkurangnya kepemilikan salah satu pemegang saham besar dan status sanksi yang belum terungkap rincian pelanggarannya menempatkan BNBR dalam situasi yang layak dicermati investor, sembari menanti keterbukaan informasi lebih lanjut dari perseroan maupun otoritas.

Iklan