Saham

Transaksi Jumbo Rp760 Miliar Guncang Saham SINI, Empat Pengendali Emiten Hapsoro Geser Portofolio

Transaksi lintas pengendali senilai Rp760,5 miliar mewarnai saham PT Singaraja Putra Tbk (SINI), emiten besutan Happy Hapsoro, dengan perpindahan 150 juta saham di harga Rp5.070 per lembar. Meski dieksekusi dengan diskon 24,32% dari harga pasar dan diklaim sebagai penyesuaian portofolio antar-pengendali, transaksi ini gagal mendongkrak harga saham SINI yang justru anjlok 4,96%.

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Ilustrasi transaksi lintas pengendali senilai Rp760 miliar pada saham SINI yang gagal menahan pelemahan harga

Ilustrasi transaksi lintas pengendali senilai Rp760 miliar pada saham SINI yang gagal menahan pelemahan harga (Foto:SINI)

Emitenhub.com - Transaksi jumbo mewarnai saham Singaraja Putra (SINI). Aksi lintas pengendali itu melibatkan perpindahan saham senilai Rp760,5 miliar. Setidaknya 150 juta saham dialihkan dengan harga pelaksanaan Rp5.070 per eksemplar.

Transaksi ini menyeret empat pengendali perseroan, yakni Hendrikus Yulidar Putra Karim, Deli Indonesia Raya, Ever Grace International Trading Ltd, dan Autumn Prima Indonesia. Hendrikus dan Deli Indonesia bertindak sebagai pembeli, sedangkan Ever Grace dan Autumn berperan sebagai penjual.

Hendrikus memborong 90 juta saham atau senilai Rp456,3 miliar dari Ever Grace, sementara Deli Indonesia menyerok 60 juta lembar setara Rp304,2 miliar dari Autumn. Usai transaksi, Hendrikus menggenggam 90 juta helai saham SINI atau setara 7,48% dari sebelumnya nihil. Adapun kepemilikan Ever Grace berbalik menjadi nihil.

Berikutnya, Deli Indonesia mengemas 90 juta saham SINI atau 7,48%, naik dari sebelumnya hanya 30 juta helai setara 2,49%. Sementara itu, koleksi saham Autumn tersisa 144,3 juta eksemplar atau 12,01%, susut 4,98% dari posisi sebelum transaksi sebanyak 204,3 juta saham atau 16,99%.

Transaksi saham emiten besutan suami Puan Maharani, Happy Hapsoro, itu diklaim sebagai penyesuaian portofolio antar-pengendali dengan tetap mempertahankan pengendalian. Merujuk penutupan perdagangan kemarin di level Rp6.700 per lembar, transaksi lintas pengendali tersebut tergolong berdiskon.

Diskonnya mencapai sekitar 1.630 poin atau 24,32% dari harga beli Rp5.070. Sayangnya, transaksi itu gagal mendongkrak saham SINI. Sepanjang perdagangan kemarin, saham SINI justru anjlok 4,96% atau 350 poin. Sejak awal tahun (year to date), saham SINI sudah terpangkas 36,68% atau 3.881,35 poin dari posisi 2 Januari 2026 di kisaran Rp10.581,35.

Iklan