Saham

IPO BACH Bidik Rp271 Miliar, Dana Dipakai Bayar Utang dan Modal Kerja Genset

PT Bach Multi Global Tbk (BACH) menetapkan harga IPO Rp442 per saham dan berpotensi meraup dana Rp271,8 miliar. Dana hasil IPO akan digunakan untuk membayar sebagian utang Bank Permata dan modal kerja pembelian genset untuk dijual maupun disewakan.

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
IPO BACH dengan harga Rp442 per saham untuk pembayaran utang dan modal kerja pembelian genset

IPO BACH dengan harga Rp442 per saham untuk pembayaran utang dan modal kerja pembelian genset (Foto:BACH)

Emitenhub.com - PT Bach Multi Global Tbk (BACH) bersiap melaksanakan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Juli 2026.

Perseroan menetapkan harga penawaran sebesar Rp442 per saham. Masa bookbuilding telah berlangsung pada 23–24 Juni 2026, sementara masa penawaran umum dijadwalkan pada 1–3 Juli 2026.

Berdasarkan prospektus IPO yang dikutip Rabu (1/7/2026), BACH akan melepas 615 juta saham atau setara 15,06% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Dengan harga penawaran tersebut, Perseroan berpotensi menghimpun dana segar hingga sekitar Rp271,8 miliar dari aksi korporasi ini.

Dana hasil IPO setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk dua kebutuhan utama. Sekitar Rp91 miliar dialokasikan untuk membayar sebagian utang kepada PT Bank Permata Tbk (BNLI) atas fasilitas pinjaman jangka panjang Omnibus Revolving Loan.

Sementara itu, sisa dana sekitar Rp213,4 miliar akan digunakan sebagai modal kerja, terutama untuk pembayaran kepada pemasok dalam rangka pembelian genset yang akan dijual maupun disewakan.

Setelah IPO, kendaraan pendiri BACH, PT Bach Multi Sukses Investama (BMSI), masih akan menjadi pemegang saham utama dengan kepemilikan 52,3%. Adapun PT Global Telekomunikasi Prima (GTP) akan menggenggam 25,5% saham Perseroan.

Namun, berdasarkan perjanjian opsi yang tidak dapat dibatalkan antara BMSI dan GTP pada 7 Januari 2026, GTP telah menyampaikan pemberitahuan pelaksanaan opsi pada 13 Maret 2026.

Melalui transaksi tersebut, GTP akan mengakuisisi 1 miliar saham milik BMSI. Setelah transaksi rampung, kepemilikan GTP di BACH akan meningkat menjadi 51% atau sekitar 2,1 miliar saham, sementara porsi BMSI turun menjadi 26,8%.

Iklan