Saham

IPO JELI Tawarkan Dividen hingga 30%, Produsen INACO Bidik Dana Rp392 Miliar

PT Niramas Utama Tbk (JELI), produsen merek INACO, menawarkan potensi dividen hingga 30% dari laba bersih setelah IPO. Perseroan juga menyiapkan ekspansi produksi dan penguatan modal kerja dari dana IPO yang berpotensi mencapai Rp392 miliar.

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
IPO JELI produsen INACO yang menawarkan dividen hingga 30 persen dari laba bersih

IPO JELI produsen INACO yang menawarkan dividen hingga 30 persen dari laba bersih (Foto:JELY)

Emitenhub.com - PT Niramas Utama Tbk (JELI) bersiap melaksanakan Initial Public Offering (IPO) dengan menawarkan maksimal 350 juta saham baru atau setara 25,93% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum.

Produsen makanan penutup merek Inaco tersebut membuka masa bookbuilding pada 15–22 Juni 2026 dengan rentang harga penawaran Rp900 hingga Rp1.120 per saham. Dari aksi korporasi ini, Perseroan berpotensi menghimpun dana hingga Rp392 miliar.

Selain menawarkan potensi pertumbuhan bisnis, JELI juga menyiapkan kebijakan dividen yang menjadi daya tarik bagi calon investor. Manajemen menyatakan fokus utama setelah melantai di Bursa Efek Indonesia adalah meningkatkan nilai bagi pemegang saham.

Perseroan berencana membagikan dividen secara rutin mulai tahun depan seiring dengan pertumbuhan kinerja dan pengembangan bisnis yang sedang dijalankan.

“Setelah Penawaran Umum Perdana Saham, Perseroan untuk setiap tahunnya berencana membayarkan dividen tunai kepada pemegang saham Perseroan dengan rasio sebanyak-banyaknya 30% dari laba bersih setelah penyisihan untuk cadangan wajib,” tulis manajemen JELI dalam prospektus yang dikutip Minggu (14/6/2026).

Manajemen menjelaskan kebijakan dividen tersebut akan tetap mempertimbangkan kondisi keuangan Perseroan dan harus mendapatkan persetujuan pemegang saham melalui RUPS Tahunan. Sebelum IPO, JELI belum pernah membagikan dividen karena masih berstatus perusahaan tertutup.

Sebagian besar dana hasil IPO akan digunakan untuk mendukung ekspansi usaha. Sekitar 51,04% dana akan disalurkan ke anak usaha PT Niramas Pandaan Sejahtera (NPS) untuk pembelian mesin produksi guna meningkatkan kapasitas produk gummy candy dan jeli.

Sementara itu, sekitar 18,36% dana akan dialokasikan untuk belanja modal berupa pembelian mesin baru, peningkatan kapasitas gudang, serta mendukung efisiensi distribusi dan logistik Perseroan.

Sebanyak 10,63% dana hasil IPO akan digunakan untuk membayar sebagian pokok pinjaman Perseroan kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Adapun sisa dana sekitar 19,97% akan dialokasikan sebagai modal kerja, termasuk untuk pembelian bahan baku dan kegiatan pemasaran.

Direktur Utama JELI, Ham Pak Japyusuf Hamdani, mengatakan langkah ekspansi tersebut dilakukan untuk mendukung pertumbuhan bisnis Perseroan. Menurutnya, industri makanan penutup masih memiliki prospek yang menjanjikan seiring meningkatnya jumlah penduduk dan permintaan pasar domestik.

Dalam proses IPO ini, JELI menunjuk PT Sucor Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Perseroan menargetkan memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 29 Juni 2026.

Selanjutnya, masa penawaran umum dijadwalkan berlangsung pada 1–3 Juli 2026. Apabila seluruh proses berjalan sesuai rencana, saham JELI akan resmi tercatat dan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Juli 2026.

Iklan