Emitenhub - Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) terus melanjutkan reli seiring derasnya sentimen positif yang masuk. Sejumlah broker kini mencoba memetakan potensi level puncak pergerakan saham BUMI.
BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) mencatat beberapa faktor pendorong lonjakan saham BUMI. Pertama, strategi diversifikasi dan akuisisi yang dinilai agresif.
“BUMI mengakuisisi 100% saham Wolfram Limited yang memiliki aset emas dan tembaga di Australia. Ini memperluas sumber pendapatan BUMI, tidak lagi hanya batu bara, sehingga dinilai punya growth story baru,” tulis BRIDS dalam riset yang dikutip Kamis (11/12/2025).
Kedua, spekulasi potensi masuknya saham BUMI ke dalam indeks MSCI small cap. Sinyal tersebut dinilai membuka peluang masuknya aliran dana dari ETF maupun global index funds ke saham BUMI.
Ketiga, rotasi modal ke saham-saham Grup Bakrie. Dalam beberapa pekan terakhir, terlihat perpindahan aliran dana ke emiten Grup Bakrie seperti BUMI, DEWA, VKTR, dan BRMS. Banyak pelaku pasar menilai pola ini sejalan dengan siklus historis yang kerap disebut sebagai Bakrie cycle.
Serbuan Asing dan Harga Asli
BRIDS mencatat, dalam sepekan terakhir investor asing membukukan net buy sekitar Rp 779 miliar di saham BUMI, yang saat ini merupakan salah satu perusahaan batu bara termal terbesar di Indonesia.
Secara teknikal, volume dan harga saham BUMI juga meningkat signifikan dan membentuk pola double bottom berukuran besar. BRIDS memproyeksikan kisaran target harga BUMI berada pada level Rp 360–460 per saham.
Saat berita ini ditulis, saham BUMI menguat 12% ke level Rp 366. Volume perdagangan mencapai 185,8 juta saham dengan nilai transaksi sekitar Rp 6,5 triliun, menjadikan BUMI sebagai salah satu saham dengan top volume dan top frequency di BEI.


