Emitenhub.com - Realisasi dana penawaran umum perdana saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) tercatat belum sepenuhnya menyerap alokasi yang ditetapkan dalam prospektus IPO, dengan penggunaan dana masih berada di kisaran separuh dari rencana awal.
Per 31 Desember 2025, emiten infrastruktur yang berada di bawah Chandra Asri Group tersebut telah menggunakan dana IPO sebesar Rp1,21 triliun, dengan alokasi Rp634,4 miliar disetorkan sebagai tambahan modal kepada PT Chandra Shipping International (CSI) dan PT Marina Indah Maritim (MIM).
Selain itu, CDIA juga merealisasikan penyetoran modal kepada PT Chandra Samudera Port (CSP) sebesar Rp571,8 miliar, sebagaimana disampaikan Direktur CDIA Jonathan Kandinata melalui keterbukaan informasi, Selasa (13/1/2026).
CDIA melangsungkan penawaran umum perdana saham pada Juli 2025 dan menghimpun dana IPO sebesar Rp2,37 triliun. Setelah memperhitungkan biaya penawaran umum senilai Rp19,4 miliar, dana bersih yang diperoleh perseroan tercatat Rp2,35 triliun.
Prospektus IPO mencantumkan alokasi dana sebesar Rp871,8 miliar untuk CSI dan MIM. Khusus CSI, sebagian dana tersebut diteruskan kepada Chandra Maritime International Pte Ltd (CMI), dengan peruntukan pembelian kapal serta pemenuhan biaya operasional.
Sisa dana IPO sebesar Rp1,48 triliun direncanakan sebagai setoran modal kepada CSP yang selanjutnya dialirkan ke PT Chandra Cilegon Port (CCP). Dana tersebut digunakan untuk pembangunan tangki penyimpanan, pipa saluran ethylene, serta fasilitas penunjang lainnya.
Dengan realisasi tersebut, dana IPO CDIA yang belum terserap tercatat sekitar Rp1,15 triliun. Dana ini ditempatkan di Bank DBS Indonesia dalam bentuk rekening giro dengan tingkat bunga 4,75 persen per tahun.


