Emitenhub.com - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN berhasil menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29.574,87 ton karbon dioksida ekuivalen (tCO₂eq) hingga Agustus 2026. Capaian tersebut melampaui target perusahaan untuk periode yang sama sebesar 35,3%.
Sebagai Subholding Gas PT Pertamina (Persero), PGN terus mengembangkan program dekarbonisasi yang tidak hanya berorientasi pada pengurangan emisi, tetapi juga peningkatan efisiensi operasional dan daya saing perusahaan.
Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Mirza Mahendra, mengatakan bahwa upaya pengurangan emisi telah menjadi bagian dari strategi bisnis jangka panjang perseroan.
Menurutnya, berbagai inisiatif yang dijalankan Subholding Gas menunjukkan hasil positif sekaligus membantu perusahaan menghadapi risiko perubahan iklim dan perkembangan regulasi.
"Dekarbonisasi bukan sekadar pemenuhan komitmen lingkungan, melainkan bagian dari strategi bisnis untuk meningkatkan efisiensi, memperkuat daya saing, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi perusahaan," ujar Mirza dalam keterangan resmi, Senin (19/10/2026).
Program pengurangan emisi PGN mencakup peningkatan efisiensi energi pada fasilitas operasional, pengurangan kehilangan gas (gas loss), serta optimalisasi penggunaan sumber energi dengan emisi lebih rendah.
Inisiatif tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan infrastruktur gas bumi sekaligus mendukung target pemerintah mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat.
Penurunan Emisi PGAS Lampaui 68.500 Ton Sejak 2025
Secara kumulatif, Subholding Gas telah mengurangi emisi lebih dari 68.500 tCO₂eq sepanjang 2025 hingga Agustus 2026.
Realisasi tersebut setara dengan sekitar 15,7% dari target kumulatif dekarbonisasi perusahaan hingga 2034.
Selain manfaat lingkungan, pelaksanaan program dekarbonisasi juga dinilai memiliki potensi keuntungan ekonomi melalui penghematan biaya operasional.
Berdasarkan perhitungan PGN, nilai Marginal Abatement Cost (MAC) tercatat negatif sebesar 0,19 ribu dolar AS per tCO₂eq, atau setara sekitar US$190 per ton emisi yang dikurangi.
MAC merupakan indikator biaya marginal yang diperlukan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Nilai negatif menunjukkan bahwa inisiatif pengurangan emisi berpotensi menghasilkan penghematan bersih dibandingkan biaya pelaksanaannya.
Dengan demikian, program dekarbonisasi tertentu dapat memberikan manfaat finansial sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan operasional perusahaan.
Namun, nilai MAC tersebut merupakan hasil perhitungan keekonomian program dan tidak secara langsung mencerminkan tambahan laba bersih yang telah direalisasikan PGN.
Mirza menjelaskan bahwa pengurangan emisi dilakukan bersamaan dengan upaya peningkatan produktivitas dan efisiensi penggunaan energi.
Perseroan berupaya memastikan investasi serta kegiatan operasional yang berkaitan dengan dekarbonisasi tetap memberikan kontribusi terhadap penguatan fundamental bisnis.
Pendekatan tersebut menjadikan efisiensi energi dan pengurangan kehilangan gas sebagai bagian dari strategi pengelolaan biaya, bukan sekadar pemenuhan target lingkungan.
PGN Siapkan Program Dekarbonisasi Terintegrasi 2027–2030
Untuk melanjutkan pencapaian pengurangan emisi, PGN mulai menyusun program dekarbonisasi periode 2027–2030 yang melibatkan seluruh entitas dalam Subholding Gas Group.
Persiapan tersebut dilakukan melalui Workshop Dekarbonisasi Subholding Gas 2027–2030 yang diselenggarakan di Jakarta pada 7 Oktober 2026.
Kegiatan ini melibatkan sejumlah anak usaha dan entitas terkait, termasuk PT Pertamina Gas, PT Perta Arun Gas, PT Saka Energi Indonesia, PT Permata Graha Nusantara, serta PT PGN LNG Indonesia.
Selain itu, turut berpartisipasi PT PGAS Solution, PT PGAS Telekomunikasi Nusantara, dan PT Gagas Energi Indonesia.
Program yang disusun akan diselaraskan dengan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2027–2030 dan ESG Roadmap Subholding Gas 2025–2034.
Melalui penyelarasan tersebut, setiap entitas diharapkan memiliki rencana pengurangan emisi yang terukur dan terintegrasi dengan kebutuhan operasional masing-masing.
Berbagai usulan yang dihasilkan dalam workshop selanjutnya akan difinalisasi sebelum disampaikan kepada manajemen untuk menentukan pelaksanaan program.
Dekarbonisasi Menjadi Bagian dari Strategi Bisnis PGN
PGN menempatkan dekarbonisasi sebagai salah satu langkah untuk menjaga efisiensi biaya, mengelola risiko iklim, serta mengantisipasi perubahan regulasi di sektor energi.
Strategi tersebut juga berkaitan dengan meningkatnya perhatian investor, pelanggan, dan masyarakat terhadap praktik lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan atau Environmental, Social, and Governance (ESG).
Mirza menilai keterlibatan seluruh entitas Subholding Gas diperlukan agar inisiatif pengurangan emisi dapat dilaksanakan secara konsisten dan memberikan dampak terhadap kinerja perusahaan.
Melalui program yang terintegrasi, PGN berupaya meningkatkan efisiensi pengelolaan infrastruktur gas bumi sekaligus mempertahankan daya saing bisnis dalam jangka panjang.
Perseroan menargetkan pengembangan program dekarbonisasi tidak hanya menghasilkan penurunan emisi, tetapi juga mendukung produktivitas dan efektivitas penggunaan sumber daya.
Dengan realisasi pengurangan emisi sebesar 29.574,87 tCO₂eq hingga Agustus 2026, PGN telah melampaui target periode berjalan. Namun, perusahaan masih perlu melanjutkan pelaksanaan program untuk mencapai sasaran kumulatif dekarbonisasi hingga 2034.


