Saham

Astra Agro Lestari (AALI) Tebar Dividen Interim Rp449 Miliar, Yield Sekitar 3 Persen

Ringkasan Cepat

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) membagikan dividen interim senilai Rp449,03 miliar atau Rp233 per saham, setara sekitar 40,9 persen dari laba bersih per 30 Juni 2026 sebesar Rp1,09 triliun. Mengacu harga penutupan 30 September 2026 di kisaran Rp8.000, dividen ini menawarkan yield sekitar 3 persen. Pembayaran dijadwalkan pada 26 Oktober 2026 dengan recording date 12 Oktober 2026.

• 1 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Perkebunan kelapa sawit milik PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) anak usaha Astra International

Perkebunan kelapa sawit milik PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) anak usaha Astra International

Emitenhub.com - PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) akan menebar dividen interim senilai Rp449,03 miliar. Dengan dasar jumlah saham perseroan, setiap pemegang saham berhak atas Rp233 per lembar.

Nilai itu diambil sekitar 40,9 persen dari laba bersih per 30 Juni 2026 yang tercatat Rp1,09 triliun. Mengacu harga penutupan saham AALI pada 30 September 2026 di kisaran Rp8.000, anak usaha Astra International ini menawarkan imbal hasil dividen (dividend yield) sekitar 3 persen.

Pembagian dividen interim merupakan keputusan direksi yang disetujui dewan komisaris pada 29 September 2026.

Berikut jadwal lengkapnya:

  • Cum date pasar reguler dan negosiasi: 8 Oktober 2026

  • Ex date pasar reguler dan negosiasi: 9 Oktober 2026

  • Cum date pasar tunai: 12 Oktober 2026

  • Ex date pasar tunai: 13 Oktober 2026

  • Recording date (daftar pemegang saham berhak): 12 Oktober 2026 pukul 16.00 WIB

  • Pembayaran dividen: 26 Oktober 2026

Dividen ini berpijak pada posisi keuangan per 30 Juni 2026. Selain laba bersih Rp1,09 triliun, perseroan mengantongi saldo laba ditahan yang penggunaannya tidak dibatasi sebesar Rp18,99 triliun, dengan total ekuitas terakumulasi Rp24,6 triliun.

Penebaran dividen interim ini menjadi sinyal AALI membagi hasil di tengah tahun berjalan, tanpa menunggu tutup buku. Realisasi pembayaran pada 26 Oktober nanti akan menjadi penanda bagi pemegang saham yang namanya tercatat sampai batas recording date.

Iklan