Saham

Akuisisi TCP Dorong Ekspansi MEJA ke Tambang Batu Bara Berbasis Cadangan 693 Juta Ton

MEJA berencana mengakuisisi 45% saham TCP yang memiliki sumber daya batu bara sekitar 693,7 juta ton berdasarkan laporan JORC. Akuisisi ini dilakukan bertahap dengan skema shares swap dan ditargetkan mendukung produksi batu bara hingga 1,5 juta ton pada 2026.

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Aktivitas tambang batu bara open pit TCP Sumatera Selatan target produksi 2026

BSSR membagikan dividen Rp2,27 triliun dengan payout ratio mencapai 148,8 persen

Emitenhub - Rencana masuknya MEJA ke aset tambang baru menandai ekspansi perseroan di sektor batu bara, dengan target pengambilalihan 45 persen saham PT Trimata Coal Perkasa (TCP). Aksi korporasi ini menempatkan MEJA pada jalur penguatan eksposur ke produksi batu bara domestik.

TCP telah menunjuk PT Mitra Abadi Mahakam sebagai kontraktor tambang untuk aktivitas eksploitasi di Kecamatan Tungkal LIR, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan. Hak penjualan batu bara tetap dipegang TCP. Target produksi ditetapkan 1,5 juta ton pada 2026 sesuai RKAB yang sudah disetujui Kementerian ESDM. Produksi dimulai 2026.

TCP juga telah mengamankan pembeli siaga untuk hasil produksi batu bara tersebut, yaitu Agro Energy Trading Pte Ltd. Keberadaan pembeli siaga memberi kepastian penyerapan produksi yang telah direncanakan.

Berdasarkan Perjanjian Jual Beli Bersyarat tertanggal 22 Desember 2025, pengambilalihan 45 persen saham TCP menempatkan MEJA sebagai pemegang saham pengendali di entitas tersebut. Proses akuisisi direncanakan berlangsung secara bertahap sesuai kesepakatan para pihak.

Perseroan bersama pemegang saham pengendali TCP saat ini menyiapkan kebutuhan administrasi dan korporasi untuk pelaksanaan RUPSLB. Agenda utama RUPSLB tersebut adalah penambahan modal sebagai bagian dari realisasi akuisisi saham TCP.

Aset tambang batu bara TCP berada di Sumatera Selatan dengan luas konsesi sekitar 11.640 hektare. Karakter seam batu bara yang tebal serta metode tambang terbuka menjadikan area ini dirancang untuk operasi jangka panjang dengan kapasitas produksi tinggi.

Estimasi sumber daya tambang TCP mencapai sekitar 693,7 juta ton mineable coal resources berdasarkan laporan JORC yang disusun Faan Grobelaar & Associates. Skala cadangan ini menempatkan TCP sebagai aset batu bara dengan basis geologi besar untuk pengembangan tambang terbuka jangka panjang. Angka tersebut besar.

Mengacu pada informasi internal TCP, laba sebelum pajak diproyeksikan berada pada kisaran USD7–10 per ton dari aktivitas produksi dan penjualan batu bara. Enterprise value TCP diperkirakan sekitar Rp2,49 triliun.

Pada 22 Desember 2025, PT Triple Berkah Bersama selaku pemegang saham pengendali MEJA bersama pemegang saham pengendali TCP telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat. Skema transaksi dilakukan melalui pertukaran saham TCP dengan saham MEJA atau metode lain selama tidak menggunakan kas MEJA.

Iklan