Emitenhub.com - Direktur PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL), Moeljati Soetrisno, kembali menambah kepemilikan saham di perusahaan konstruksi tersebut. Kali ini, Moeljati membeli 50.000 saham dengan nilai transaksi mencapai Rp73,5 juta.
Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan kepada otoritas pasar modal pada Rabu (14/10/2026), transaksi pembelian dilakukan pada 13 Oktober 2026 dengan harga Rp1.470 per saham.
Setelah transaksi tersebut, jumlah saham TOTL yang dimiliki Moeljati meningkat dari 2,30 juta saham menjadi 2,35 juta saham.
Sejalan dengan penambahan kepemilikan tersebut, persentase hak suara Moeljati naik dari 0,067% menjadi 0,068%.
Dalam laporan keterbukaan informasi, Moeljati menyatakan bahwa pembelian saham dilakukan untuk tujuan investasi. Seluruh saham yang dilaporkan merupakan kepemilikan langsung.
Direktur TOTL Kembali Tambah Kepemilikan Saham
Pembelian pada Oktober 2026 bukan transaksi pertama Moeljati dalam menambah kepemilikan saham TOTL tahun ini.
Sebelumnya, pada 12 Agustus 2026, Moeljati juga membeli 50.000 saham TOTL dengan harga Rp1.400 per saham.
Nilai transaksi pada Agustus tersebut mencapai Rp70 juta dan turut dicatat dengan tujuan investasi.
Dengan demikian, dari dua transaksi yang dilaporkan pada Agustus dan Oktober 2026, Moeljati telah menambah kepemilikannya sebanyak 100.000 saham TOTL dengan total nilai pembelian Rp143,5 juta.
Harga pembelian terbaru sebesar Rp1.470 per saham juga lebih tinggi Rp70 atau 5% dibandingkan harga transaksi pada Agustus 2026.
Meski jumlah saham yang dimiliki meningkat, porsi kepemilikan Moeljati masih relatif kecil dibandingkan keseluruhan saham beredar TOTL, yakni sebesar 0,068% setelah transaksi terakhir.
Pelaporan transaksi tersebut dilakukan sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 4 Tahun 2024 tentang laporan kepemilikan atau perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka dan aktivitas menjaminkan saham perusahaan terbuka.
Ketentuan tersebut mewajibkan pihak yang memenuhi kriteria pelaporan untuk mengungkapkan perubahan kepemilikan saham kepada otoritas pasar modal.
Melalui laporan tertanggal 14 Oktober 2026, Moeljati telah mengungkapkan jumlah saham yang dibeli, harga transaksi, perubahan persentase kepemilikan, serta tujuan investasinya.


