Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau pada perdagangan Selasa (6/10/2026), menguat 74,07 poin atau 1,21 persen ke 6.192,92. Namun penguatan indeks tidak diikuti investor asing, yang justru membukukan jual bersih (net sell) Rp629,87 miliar di seluruh pasar, dengan Rp597,49 miliar di antaranya terjadi di pasar reguler.
Tekanan jual asing paling deras menimpa saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), yang dilepas Rp255,81 miliar. Menariknya, GOTO justru menguat 6,91 persen ke Rp31 per saham di tengah gempuran itu.
Berikut 10 saham dengan net sell asing terbesar sepanjang kemarin:
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO): Rp255,81 miliar
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI): Rp127,23 miliar
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM): Rp73,07 miliar
PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK): Rp44,33 miliar
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI): Rp31,65 miliar
PT Barito Pacific Tbk (BRPT): Rp22,31 miliar
PT United Tractors Tbk (UNTR): Rp19,13 miliar
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT): Rp18,79 miliar
PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR): Rp18,68 miliar
PT Singaraja Putra Tbk (SINI): Rp18,51 miliar
Di sisi berlawanan, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi incaran utama dengan beli bersih (net buy) Rp58,9 miliar. TPIA naik 1,74 persen ke Rp4.100 per saham seiring derasnya pembelian.
Berikut 10 saham dengan net buy asing tertinggi kemarin:
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA): Rp58,9 miliar
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI): Rp45,79 miliar
PT Timah (Persero) Tbk (TINS): Rp38,24 miliar
PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM): Rp35,76 miliar
PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA): Rp26,9 miliar
PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG): Rp20,85 miliar
PT Bumi Resources Tbk (BUMI): Rp20,3 miliar
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): Rp19,34 miliar
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA): Rp18,11 miliar
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC): Rp14,33 miliar
Peta aliran dana asing kemarin memperlihatkan rotasi yang cukup jelas: dana keluar dari saham teknologi, bank besar, dan telekomunikasi, lalu berputar ke emiten komoditas dan energi seperti TINS, ANTM, PTBA, hingga ENRG. Pola ini sejalan dengan sejumlah aksi korporasi energi yang ramai belakangan, termasuk masuknya ENRG dan Danantara ke HighPeak.


