Saham

Informasi terkini tentang pergerakan saham, emiten, aksi korporasi, dan analisis fundamental–teknikal untuk membantu investor mengambil keputusan.

Ilustrasi saham BREN, CUAN, dan DSSA mengalami penurunan harga setelah OJK mengumumkan sanksi terkait dugaan pelanggaran pasar modal pada 16 Oktober 2026.
Saham

10 jam yang lalu

BREN dan CUAN Buka Suara soal Sanksi OJK, Saham Anjlok Bersama DSSA

PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menyatakan operasional perusahaan tetap berjalan normal setelah OJK mengumumkan sanksi terkait dugaan pelanggaran proses IPO kedua emiten. OJK juga mengungkap dugaan manipulasi perdagangan saham DSSA sepanjang 2023–2026, dengan total denda administratif terkait ketiga perkara mencapai Rp2,1 triliun yang ditujukan kepada pihak-pihak pelanggar, bukan langsung kepada emiten. Pada perdagangan 16 Oktober 2026, saham BREN

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mencatat sembilan perusahaan dalam antrean IPO pada Oktober 2026, dengan sektor kesehatan mendominasi calon emiten.
Saham

11 jam yang lalu

Antrean IPO BEI Bertambah Jadi 9 Perusahaan, Sektor Kesehatan Mendominasi

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sembilan perusahaan berada dalam antrean IPO hingga 17 Oktober 2026, meningkat dari sebelumnya tujuh perusahaan. Sektor kesehatan mendominasi dengan empat calon emiten, disusul sektor energi sebanyak dua perusahaan. Sementara itu, tujuh perusahaan telah melaksanakan IPO sepanjang 2026 dengan total dana Rp2,16 triliun, sedangkan penghimpunan dana melalui obligasi dan sukuk mencapai Rp146,09 triliun serta rights issue Rp37,35 triliun.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca →
Ilustrasi fasilitas pengolahan emas Carbon-in-Leach (CIL) di Tambang Emas Pani, Gorontalo, milik PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), yang menargetkan kapasitas produksi 700.000 ons emas per tahun setelah ekspansi.
Saham

21 jam yang lalu

EMAS Genjot Ekspansi Tambang Pani, Target Produksi Emas Naik Dua Kali Lipat Jadi 700.000 Ons

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mempercepat pengembangan fasilitas Carbon-in-Leach (CIL) fase 2 di Tambang Emas Pani, Gorontalo, untuk meningkatkan kapasitas produksi menjadi 500.000–700.000 ons emas per tahun. Ekspansi ini ditargetkan menggandakan kapasitas produksi setelah kedua fasilitas CIL beroperasi penuh. Sementara itu, fasilitas CIL fase 1 dijadwalkan mulai beroperasi pada 2028 dan mencapai kapasitas pengolahan 12 juta ton per tahun pada 2029.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca →

Artikel Saham

Iklan

Tentang Kategori

Informasi terkini tentang pergerakan saham, emiten, aksi korporasi, dan analisis fundamental–teknikal untuk membantu investor mengambil keputusan.