Serangan Israel Berlanjut di Tengah Gencatan Senjata, Korban Tewas Gaza Tembus 70.000
Korban tewas di Gaza melampaui 70.000 jiwa di tengah serangan Israel yang terus berlanjut meski ada gencatan senjata. Serangan drone, artileri, dan udara kembali terjadi, sementara otoritas Gaza melaporkan lebih dari 535 pelanggaran dan memperingatkan krisis kemanusiaan yang semakin parah.
Poin Penting
Korban tewas di Gaza telah melampaui 70.100 jiwa, sementara lebih dari 170.900 orang terluka sejak 7 Oktober 2023.
Israel terus melancarkan serangan darat, udara, dan laut meski ada gencatan senjata yang ditengahi Amerika Serikat.
Dua anak dilaporkan tewas akibat serangan drone di Bani Suheila, wilayah yang seharusnya termasuk zona aman dalam perjanjian gencatan senjata.
Otoritas Gaza mencatat lebih dari 535 pelanggaran oleh Israel dan memperingatkan bahwa situasi kemanusiaan semakin memburuk.
Tonggak kelam ini terjadi di tengah serangan Israel yang terus berlanjut di Gaza, meskipun gencatan senjata yang ditengahi Amerika Serikat dan Hamas telah mulai berlaku sejak bulan lalu.
Petugas medis sebelumnya melaporkan bahwa dua anak Palestina tewas akibat serangan drone Israel di kota Bani Suheila, timur Khan Younis, Gaza selatan. Para saksi mata mengatakan kepada Al Jazeera bahwa drone tersebut menjatuhkan bom ke sekelompok warga sipil di dekat Sekolah Al-Farabi pada Sabtu pagi, menewaskan dua bersaudara, Juma dan Fadi Tamer Abu Assi.
Kedua bocah itu sempat dibawa ke Kompleks Medis Nasser di Khan Younis dalam kondisi kritis sebelum dinyatakan meninggal dunia. Lokasi serangan berada di luar area yang disebut Garis Kuning—zona redeployment pasukan Israel—yang disepakati dalam perjanjian gencatan senjata sejak 10 Oktober.
Pada hari yang sama, militer Israel juga melancarkan serangan darat, laut, dan udara di sejumlah wilayah Gaza. Sumber medis melaporkan bahwa tiga warga Palestina terluka akibat tembakan artileri dan serangan udara di kota Al-Qarara, timur laut Khan Younis. Pesawat tempur Israel turut menyerang kawasan Tuffah di timur Kota Gaza pada Sabtu pagi, serta wilayah timur Rafah di Gaza selatan.
Rangkaian serangan tersebut terjadi sehari setelah Kompleks Medis Nasser mengumumkan kematian seorang warga Palestina akibat tembakan drone Israel di luar Garis Kuning di kota Bani Suheila. Ismail al-Thawabta, Direktur Kantor Media Pemerintah Gaza, pada Jumat menyatakan bahwa sebanyak 535 pelanggaran oleh Israel telah didokumentasikan sejak gencatan senjata diberlakukan.
“Situasi kemanusiaan di Gaza memburuk pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Agresi Israel telah menghancurkan infrastruktur dan layanan vital,” ujar al-Thawabta dalam sebuah pernyataan resmi.