Saham CUAN Naik Daun: Direkomendasikan Beli Berkat Ekspansi PLTU 680 MW dan Lonjakan Batu Bara Metalurgi
CUAN terus memperkuat prospek pertumbuhan melalui ekspansi besar di sektor PLTU 680 MW dan lonjakan produksi batu bara metalurgi. Dengan potensi pendapatan stabil mulai 2028 dan peningkatan produksi hingga 5 juta ton pada 2027, analis mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp 3.500.
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menegaskan strategi diversifikasinya untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang melalui ekspansi besar di sektor pembangkit listrik serta peningkatan produksi batu bara metalurgi. Kedua segmen ini dinilai mampu memperkuat visibilitas laba CUAN, sekaligus membuat kinerja perseroan lebih tahan terhadap fluktuasi harga komoditas batu bara.
Kondisi tersebut mendorong Henan Putihrai Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy untuk saham CUAN, perusahaan yang berada di bawah kendali konglomerat Prajogo Pangestu. Mereka menetapkan target harga Rp 3.500 per saham yang mencerminkan potensi kenaikan lebih dari 40%. Penilaian tersebut menggunakan model DCF 10 tahun dengan parameter WACC 9,55% dan terminal growth 3,25%.
Analis Henan Putihrai Sekuritas, Irsyady Hanief dan Dennis Tay, menyebut akuisisi 90% saham Guna Darma Integra (GDI) sebagai langkah strategis CUAN untuk memasuki bisnis pembangkit listrik. GDI memegang proyek PLTU berbasis batu bara berkapasitas 680 MW yang berlokasi di Feni Haltim Industrial Park, Halmahera Timur. Proyek bernilai sekitar USD 600 juta ini diperkirakan memiliki masa konstruksi selama 28 bulan.
“Progres pembangunan telah dimulai melalui kegiatan land clearing, sementara proses pembiayaan melalui pinjaman bank ditargetkan mencapai financial close sebelum akhir tahun. Hal ini menjadi tonggak penting sebelum konstruksi penuh dapat berjalan,” tulis riset tersebut.
Mulai 2028, proyek PLTU ini diproyeksikan menghasilkan pendapatan sekitar US$ 328 juta per tahun dengan margin EBITDA sekitar 40%. Kinerja tersebut diharapkan menciptakan arus kas kontraktual jangka panjang sekaligus memperkuat basis pendapatan berulang CUAN, sehingga lebih tahan terhadap volatilitas harga komoditas. Masuknya CUAN ke bisnis pembangkit listrik berkapasitas 600 MW ke atas juga dinilai membuka peluang re-rating valuasi berkat skala operasi yang lebih besar dan kestabilan arus kas.
Pada segmen batu bara metalurgi, Henan Putihrai menilai CUAN sedang memasuki fase percepatan produksi. Volume produksi diperkirakan melonjak signifikan dari sekitar 200 ribu ton pada 2024 menjadi 1 juta ton pada 2025, lalu meningkat lagi menjadi 2 juta ton pada 2026, didorong kontribusi operasional dari MUTU.
Lonjakan besar diperkirakan terjadi pada 2027 ketika DBK mulai beroperasi, mendorong total kapasitas produksi CUAN menuju 5 juta ton pada puncaknya. Ekspansi multi-tahun yang agresif ini memperkuat posisi CUAN di pasar batu bara metalurgi premium, meningkatkan ketahanan harga, serta memaksimalkan profitabilitas yang erat kaitannya dengan permintaan industri baja.
Pertumbuhan yang solid ini juga berfungsi sebagai jembatan pendapatan sebelum kontribusi besar dari proyek PLTU mulai mengalir pada 2028.
Terkait kinerja keuangan hingga September 2025, Henan Putihrai mencatat bahwa margin CUAN mengalami tekanan akibat tingginya beban keuangan. Meski demikian, perusahaan tetap membukukan pendapatan solid sebesar US$ 796,6 juta atau tumbuh 45,9% YoY. Laba operasional bertahan kuat di US$ 82,5 juta, sementara kinerja kuartal III 2025 menunjukkan pemulihan signifikan melalui pertumbuhan double digit QoQ serta peningkatan leverage operasional. “Perbaikan ini menjadi sinyal kuat bahwa kinerja CUAN telah memasuki fase rebound berkelanjutan,” tulis riset tersebut.