International

PIS Gercep Siapkan Dua Kapal Tertahan Sebulan Setelah Iran Buka Selat Hormuz, Minyak Anjlok 11%!

PT Pertamina International Shipping (PIS) langsung menyusun rencana pelayaran aman bagi kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro yang sudah tertahan sebulan penuh setelah Iran resmi membuka penuh Selat Hormuz. Perusahaan berkoordinasi intensif dengan berbagai pihak termasuk Kementerian Luar Negeri untuk memastikan keselamatan awak dan muatan. Pengumuman pembukaan selat itu juga memicu harga minyak dunia anjlok lebih dari 11 persen.

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
PIS Siapkan Kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro Melintasi Selat Hormuz yang Baru Dibuka Iran

PIS Siapkan Kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro Melintasi Selat Hormuz yang Baru Dibuka Iran

Emitenhub.com - PT Pertamina International Shipping (PIS) langsung menyusun rencana pelayaran dua kapalnya yang tertahan sebulan penuh. Iran baru saja membuka penuh Selat Hormuz di tengah gencatan senjata antara Israel dan Lebanon.

Manajemen PIS menyatakan siaga memantau perkembangan secara intensif. Perusahaan tengah mempersiapkan pelayaran aman bagi kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro agar dapat melintasi Selat Hormuz.

“Strategi yang disiapkan meliputi penyusunan rute, identifikasi risiko, navigasi elektronik, serta penyiapan rencana kontijensi,” ujar PIS dalam keterangannya, Sabtu (18/4/2026).

PIS aktif berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait. Salah satunya dengan Kementerian Luar Negeri untuk mendukung komunikasi diplomatik dengan otoritas maritim.

PIS juga berkoordinasi dengan perusahaan asuransi, ship management, pemilik kargo, serta otoritas setempat. Koordinasi ini memastikan seluruh prosedur perizinan dapat terpenuhi dengan baik. Keselamatan awak kapal dan keamanan muatan menjadi prioritas utama perseroan.

Pemerintah Iran dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat (17/4/2026) sama-sama menyatakan Selat Hormuz kini terbuka bagi kapal komersial. Pernyataan itu muncul setelah gencatan senjata antara Israel dan Lebanon mulai berlaku sehari sebelumnya.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut jalur tersebut telah dinyatakan “sepenuhnya terbuka”. Selat Hormuz akan tetap terbuka selama sisa periode gencatan senjata berdurasi 10 hari antara Israel dan Lebanon.

Kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz tetap wajib mengikuti jalur khusus yang telah ditentukan otoritas maritim Iran.

Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi dalam pernyataan resmi Jumat (17/4/2026) menegaskan selat vital tersebut kini dapat dilalui secara normal dengan beberapa ketentuan teknis.

“Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi seluruh kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka untuk sisa periode gencatan senjata,” tulis Araghchi di media sosial.

Araghchi menambahkan kapal tetap harus melintas melalui jalur terkoordinasi. Keputusan ini disambut positif Amerika Serikat, dengan Presiden Donald Trump menyampaikan apresiasi langsung kepada Teheran lewat media sosial. Harga minyak dunia anjlok lebih dari 11 persen seketika.

Iklan