International

Inflasi Jepang Turun ke 1,4%, Harga Pangan Melambat ke Level Terendah 18 Bulan

Inflasi tahunan Jepang melambat menjadi 1,4 persen pada April 2026 dari 1,5 persen pada bulan sebelumnya. Tekanan harga pangan ikut mereda ke laju terendah dalam 18 bulan, sementara inflasi inti tetap berada di bawah target bank sentral sebesar 2 persen.

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Inflasi Jepang April 2026 melambat ke 1,4 persen dengan harga pangan turun ke laju terendah 18 bulan

Inflasi Jepang April 2026 melambat ke 1,4 persen dengan harga pangan turun ke laju terendah 18 bulan

Emitenhub.com - Inflasi tahunan Jepang melambat tipis menjadi 1,4 persen pada April 2026 dari 1,5 persen pada bulan sebelumnya. Harga pangan mencatat kenaikan paling rendah dalam 18 bulan, memberi sinyal tekanan harga mulai mereda di negeri tersebut.

Mengutip Trading Economics, perlambatan inflasi terjadi pada sejumlah sektor. Transportasi turun menjadi 1,5 persen dari 2,1 persen, perumahan menjadi 0,8 persen dari 1,0 persen, pakaian menjadi 1,5 persen dari 2,1 persen, barang rumah tangga menjadi 1,8 persen dari 2,7 persen, rekreasi menjadi 1,3 persen dari 2,3 persen, dan barang lain-lain menjadi 0,1 persen dari 0,7 persen. Biaya perawatan kesehatan stabil setelah sebelumnya naik 0,2 persen, sementara inflasi komunikasi meningkat menjadi 7,4 persen dari 7,0 persen.

Harga listrik masih turun, tetapi dengan laju yang lebih lambat menjadi minus 2,6 persen dari sebelumnya minus 8,0 persen. Harga gas juga turun lebih terbatas menjadi minus 3,4 persen dari minus 5,2 persen, seiring memudarnya dampak subsidi. Pemerintah Jepang berupaya meringankan biaya hidup masyarakat di tengah tekanan yen yang lemah dan harga energi yang masih tinggi.

Inflasi inti ikut mereda menjadi 1,4 persen dari 1,8 persen pada Maret 2026. Level tersebut menjadi yang terendah sejak Maret 2022 dan tetap berada di bawah target bank sentral sebesar 2 persen selama tiga bulan berturut-turut. Secara bulanan, harga konsumen naik tipis 0,1 persen, melambat dari kenaikan 0,4 persen pada Maret.

Harga pangan Jepang naik 3,5 persen secara tahunan pada April 2026. Angka tersebut melambat dari 3,6 persen pada bulan sebelumnya dan menjadi laju paling rendah sejak Oktober 2024.

Perlambatan terjadi pada sejumlah kelompok pangan. Sereal turun menjadi 1,2 persen dari 3,5 persen, produk susu dan telur menjadi 4,9 persen dari 5,4 persen, kue dan permen menjadi 7,7 persen dari 8,1 persen, makanan siap saji menjadi 4,3 persen dari 5,2 persen, minuman menjadi 9,4 persen dari 9,6 persen, minuman beralkohol menjadi 0,9 persen dari 5,1 persen, serta makanan di luar rumah menjadi 1,1 persen dari 3,9 persen.

Harga beras naik 0,6 persen secara tahunan pada April 2026. Kenaikan ini melambat tajam dari 6,8 persen pada Maret dan menjadi laju paling rendah sejak penurunan harga pada November 2022.

Harga sayuran segar masih turun 12,2 persen, lebih dalam dari penurunan 10,5 persen pada bulan sebelumnya. Harga buah segar juga turun 3,6 persen, meski tidak sedalam penurunan 7,4 persen pada Maret.

Inflasi ikan dan makanan laut stabil di level 5,8 persen. Sebaliknya, harga daging naik menjadi 4,4 persen dari 3,8 persen, sementara minyak, lemak, dan bumbu meningkat menjadi 4,2 persen dari 4,0 persen.

Iklan