Saham

IHSG Rebound 4%, Wacana Buyback Saham BUMN Jadi Pemicu Euforia Pasar

IHSG melonjak lebih dari 4% setelah tertekan selama empat sesi beruntun. Pasar merespons positif wacana pembelian kembali saham-saham BUMN yang dinilai memiliki fundamental kuat di tengah tekanan pasar global.

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Pergerakan IHSG menguat lebih dari 4 persen di tengah wacana buyback saham BUMN

Pergerakan IHSG menguat lebih dari 4 persen di tengah wacana buyback saham BUMN (Foto:BBRI)

Emitenhub.com - IHSG berhasil rebound tajam pada perdagangan Selasa (9/6/2026) setelah mengalami tekanan selama empat sesi berturut-turut. Penguatan indeks terjadi di tengah meningkatnya optimisme pelaku pasar terhadap sejumlah sentimen domestik.

Salah satu sentimen yang menjadi perhatian adalah pernyataan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, terkait peluang aksi buyback saham-saham BUMN yang dinilai memiliki fundamental kuat.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 11.30 WIB, IHSG melonjak 4,07% ke level 5.559,49. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp11,39 triliun dengan volume perdagangan sebesar 18,90 miliar saham.

Sebanyak 569 saham menguat, 168 saham melemah, dan 222 saham lainnya bergerak stagnan.

Meski mencatat penguatan signifikan pada perdagangan siang ini, IHSG masih terkoreksi 9,30% dalam sepekan dan turun 20,29% dalam satu bulan terakhir. Tekanan tersebut dipengaruhi kombinasi sentimen global dan domestik, termasuk pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh kisaran Rp18.177 per dolar AS.

BRI Danareksa Sekuritas menilai pernyataan terkait potensi buyback saham BUMN dapat menjadi sentimen positif bagi emiten-emiten pelat merah, terutama sektor perbankan yang sepanjang 2026 berada di bawah tekanan akibat pelemahan IHSG dan meningkatnya ketidakpastian pasar global.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengumpulkan jajaran direksi Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), PT Taspen (Persero), BPJS Kesehatan, serta Indonesia Investment Authority (INA) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Pertemuan tersebut juga dihadiri Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Kepala BP BUMN Donny Oskaria. Salah satu isu yang dibahas adalah kondisi saham-saham BUMN yang mengalami tekanan seiring meningkatnya gejolak di pasar keuangan global.

Dalam pertemuan tersebut, Dasco menilai pelemahan harga saham BUMN lebih banyak dipengaruhi kondisi pasar global dibandingkan faktor fundamental perusahaan.

“Pagi ini kan kita berkumpul untuk koordinasi terutama kita akan berdiskusi banyak soal paket sama saham-saham BUMN yang sebenarnya bagus-bagus, tapi kemudian dengan situasi pasar global yang kemudian berdampak,” kata Dasco.

Menurutnya, kondisi saat ini justru dapat menjadi momentum untuk kembali melirik saham-saham BUMN, khususnya sektor perbankan yang dinilai memiliki fundamental kuat.

Sejumlah pejabat yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan, Direktur Utama Bank Mandiri Riduan, Direktur Utama BRI Hery Gunardi, Direktur Utama Taspen Rony Hanityo Aprianto, Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito, serta CEO Indonesia Investment Authority (INA) Oki Ramadhana.

“Kemudian pada saat ini, kita sudah saatnya berdiskusi bagaimana kita kemudian pada kesempatan yang tepat menurut saya. Kita kembali buy back atau membeli kembali saham saham yang sebenarnya di pasar,” ujar Dasco.

Iklan