ASII Buyback Rp8 Triliun, Broker Tetap Rekomendasikan Beli Meski Target Harga Dipangkas
Maybank Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi beli untuk saham ASII meski memangkas proyeksi laba dan target harga. Di sisi lain, Astra menyiapkan buyback saham senilai Rp8 triliun yang akan dimintakan persetujuan pemegang saham pada Juli 2026.
Astra International menyiapkan buyback saham Rp8 triliun setelah valuasi saham dinilai sudah menarik (Foto ASII)
Emitenhub.com - Tekanan yang membayangi kinerja PT Astra International Tbk (ASII) dinilai sudah banyak tercermin dalam harga saham saat ini.
Maybank Sekuritas Indonesia tetap mempertahankan rekomendasi beli untuk saham ASII meski menurunkan proyeksi kinerja Perseroan ke depan.
Analis Maybank Sekuritas, Paulina Margareta, dalam risetnya menyebut sejumlah tantangan, termasuk penurunan pangsa pasar otomotif, sebagian besar telah diantisipasi oleh pasar.
Menurutnya, hal tersebut tercermin dari valuasi saham ASII yang telah mengalami penyesuaian, sehingga potensi tekanan penurunan lebih lanjut dinilai relatif terbatas.
Selain menilai tekanan terhadap bisnis Astra sudah banyak tercermin dalam harga saham, manajemen Perseroan juga telah memperkenalkan peta jalan baru yang berfokus pada peningkatan total shareholder returns secara berkelanjutan.
Strategi tersebut mencakup penguatan disiplin pengelolaan portofolio bisnis serta peningkatan efisiensi dalam alokasi modal guna mendorong nilai tambah bagi pemegang saham.
Meski tetap mempertahankan pandangan positif terhadap prospek jangka panjang ASII, Maybank Sekuritas memangkas estimasi laba Perseroan untuk periode 2026–2027 sebesar 11% hingga 12%. Sejalan dengan revisi tersebut, target harga saham ASII juga diturunkan menjadi Rp5.500 per saham dari sebelumnya Rp6.700 per saham.
Di sisi lain, Astra International sebelumnya telah mengumumkan rencana buyback saham senilai Rp8 triliun. Aksi korporasi tersebut akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Juli 2026.
Dalam keterbukaan informasi kepada BEI pada Rabu (10/6/2026), manajemen Astra menjelaskan jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 10% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan.
Perseroan juga memastikan porsi saham yang beredar di publik (free float) tetap memenuhi ketentuan Bursa Efek Indonesia, yakni minimal 15% dari modal ditempatkan dan disetor setelah pelaksanaan buyback.
Jika memperoleh persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB, program buyback tersebut akan berlangsung mulai 20 Juli 2026 hingga 16 Juli 2027.
Astra menegaskan seluruh dana yang digunakan untuk pelaksanaan buyback akan berasal dari kas internal Perseroan dan tidak berasal dari pinjaman maupun dana hasil penawaran umum.
Manajemen Astra menegaskan program buyback tersebut tidak akan memberikan dampak material terhadap kondisi keuangan maupun aktivitas operasional Perseroan.
Setelah periode pembelian kembali berakhir, seluruh saham hasil buyback akan dicatat sebagai saham treasuri. Perseroan juga menyatakan terbuka untuk melakukan pengalihan atas saham treasuri tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.

