Saham SRTG Menggila! Laba Berbalik Rp5,3 Triliun & Cairkan Dividen Jumbo Rp1,4 T
PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) mencetak laba bersih Rp5,32 triliun pada kuartal I 2026. Pencapaian ini berbalik dari kerugian pada periode yang sama tahun sebelumnya. Emiten ini juga mencairkan dividen tunai jumbo senilai Rp1,4 triliun untuk investor.
Grafik lonjakan laba bersih dan rincian pembagian dividen saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) kuartal I 2026. (Foto:SRTG)
Emitenhub.com Kinerja PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) berbalik arah secara drastis. Perusahaan investasi ini sukses mencetak laba bersih Rp5,32 triliun per 31 Maret 2026. Angka tersebut meroket 187,64 persen. Tahun lalu SRTG masih menanggung rugi Rp6,07 triliun. Laba per saham dasar ikut terungkit. Nilainya kini mencapai Rp393. Sebelumnya pos ini berada di level minus Rp449. Pencapaian ini berpotensi memengaruhi persepsi investor terhadap portofolio emiten.
Lonjakan performa ini tertopang oleh manuver portofolio. Keuntungan bersih atas investasi saham dan efek lainnya menembus Rp6,91 triliun. Posisi tersebut melesat 200,87 persen. Periode sebelumnya pos ini tercatat minus Rp6,85 triliun. Meski begitu, penghasilan dividen dan bunga menyusut menjadi Rp6,31 miliar. Tahun lalu angkanya mencapai Rp90,53 miliar. Penghasilan lainnya juga turun menuju Rp602 juta dari sebelumnya Rp1,07 miliar.
Beban usaha tercatat sebesar Rp74,24 miliar. Angka ini naik dari Rp69,25 miliar. Beban lainnya bertambah menjadi Rp452 juta dari Rp156 juta. Kerugian bersih selisih kurs menyentuh Rp1,11 miliar. Pos ini sebelumnya mencetak laba Rp2,25 miliar. Beban bunga turun menjadi Rp20,25 miliar dari Rp48,75 miliar. Laba sebelum pajak mencapai Rp6,82 triliun. Sebelumnya pos ini merugi Rp6,88 triliun.
Struktur permodalan emiten investasi ini makin tebal. Jumlah ekuitas melompat ke posisi Rp64,25 triliun. Akhir tahun lalu ekuitas berada di level Rp58,91 triliun. Total liabilitas naik menjadi Rp4,42 triliun dari Rp3,59 triliun. Akumulasi aset bertumbuh menuju Rp68,67 triliun dari Rp62,51 triliun. Laba periode berjalan meraup Rp5,32 triliun. Perolehan ini mengeliminasi rugi periode lalu senilai Rp6,07 triliun. Investor akan memperhatikan perkembangan nilai aset bersih perusahaan ke depan.
Realisasi pembagian keuntungan tunai senilai Rp1,4 triliun disalurkan oleh SRTG. Pembayaran ini menggunakan 19,13 persen dari total laba bersih tahun buku 2025. Perusahaan mengantongi laba Rp7,32 triliun pada periode tersebut. Setiap pemegang saham memperoleh dividen tunai Rp103,3 per lembar.
Tingkat imbal hasil dividen tercatat sekitar 6,52 persen. Nilai ini dihitung dari harga penutupan saham SRTG sebesar Rp1.585 per lembar. Transaksi tersebut tercatat pada perdagangan Selasa (19/5/2026). Alokasi sisa laba bersih ditetapkan sebesar Rp5,92 triliun. Porsi ini setara dengan 80,87 persen untuk ditambahkan ke dalam saldo laba. Langkah ini mencerminkan strategi memperkuat struktur modal internal.
Agenda korporasi ini telah mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 18 Mei 2026. Jadwal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 26 Mei 2026. Tanggal ex dividen untuk pasar reguler serta negosiasi ditetapkan pada 29 Mei 2026. Periode cum dividen pasar tunai dijadwalkan pada 2 Juni 2026. Ex dividen pasar tunai menyusul pada 3 Juni 2026.
Batas waktu pencatatan pemegang saham yang berhak menerima dividen berakhir pada 2 Juni 2026 pukul 16.15 WIB. Pendistribusian dana dividen kepada investor dilakukan pada 12 Juni 2026. Ketentuan ini mengacu pada laporan keuangan per 31 Desember 2025. Sepanjang tahun tersebut laba bersih perusahaan tercatat sebesar Rp7,32 triliun. Saldo laba ditahan yang belum ditentukan penggunaannya mencapai Rp53,13 triliun. Total ekuitas berada di angka Rp58,89 triliun. Akumulasi aset tercatat senilai Rp62,51 triliun.


